السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

GenBI STAIN Kepri Gelar Seminar Kemelayuan Bersama LAM Kepri: Upaya Membangun Kesadaran Kolektif dalam Pelestarian Budaya Melayu

  • 15 Februari 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 506
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau sukses menggelar Seminar Kemelayuan bekerja sama dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 15 Februari 2025, bertempat di Ruang Rapat LAM Kepri, dengan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dalam pelestarian budaya Melayu.

Acara ini dihadiri oleh Ketua LAM Kepri, Raje Anuar Husein, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV, Jumhari, M.Hum., serta Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Riau, Rahmad, M.Hum. Selain itu, peserta seminar berasal dari berbagai komunitas, termasuk Komunitas Pantun, mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), serta anggota GenBI STAIN Kepri.

Dalam sambutannya, Ketua LAM Kepri, Raje Anuar Husein, menyampaikan apresiasi atas antusiasme generasi muda dalam memahami dan melestarikan budaya Melayu. Ia menegaskan bahwa peran aktif generasi muda sangat dibutuhkan dalam menjaga eksistensi warisan budaya di tengah pesatnya arus globalisasi.


Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV, Jumhari, M.Hum., menekankan pentingnya kolaborasi antara generasi muda dan lembaga kebudayaan dalam menjaga identitas budaya.

“Kami sangat mendukung inisiatif ini. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlangsung, dan kami siap memberikan dukungan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh Kepala Kantor Bahasa Kepulauan Riau, Rahmad, M.Hum., yang menyoroti pentingnya dokumentasi dan publikasi hasil kegiatan budaya.

“Kami berharap output dari seminar ini dapat dikembangkan menjadi referensi akademik yang akan dipromosikan sebagai bagian dari literasi budaya Melayu yang lebih luas,” ujarnya.

Seminar ini menghadirkan dua sesi utama. Sesi pertama disampaikan oleh Dato Tamrin, yang membahas peran dan makna pantun dalam prosesi pernikahan adat Melayu di Kepulauan Riau. Sesi kedua dipandu oleh dua duta pantun STAIN Kepri, Khairil dan Fajri, yang memberikan pelatihan interaktif tentang teknik pembuatan pantun bagi para peserta.


Pembina GenBI STAIN Kepri, M. Azmi, M.E., dalam kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga memberikan apresiasi kepada para sponsor yang terus berperan aktif dalam mendukung pelestarian budaya Melayu di Kepulauan Riau.

Dengan terselenggaranya seminar ini, diharapkan para peserta memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang budaya Melayu serta terdorong untuk terus menjaga dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal. GenBI STAIN Kepri berkomitmen untuk terus menginisiasi program-program budaya sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pelestarian tradisi dan warisan budaya Melayu bagi generasi mendatang. (MA/LF/Gby)