السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Prodi KPI STAIN Kepri Dorong Literasi Digital Mahasiswa melalui “Sembang Komunitas” RRI Tanjungpinang

  • 12 Februari 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 204
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau berpartisipasi dalam program Sembang Komunitas yang disiarkan melalui RRI Pro 4 Tanjungpinang pada Rabu, 12 Februari 2025. Kegiatan ini bertajuk "Hadapi Dunia Digital Bersama Prodi KPI", dengan menghadirkan narasumber dari akademisi STAIN Kepri serta praktisi penyiaran.

Acara ini menghadirkan Syahrudi sebagai penyiar, serta dua narasumber utama, yaitu Sekretaris Prodi KPI STAIN Kepri, Ahmad Hamdan, M.Sos., dan dosen Humas Prodi KPI, Muhammad Zaini, M.Kom.I. Diskusi ini membahas berbagai isu strategis terkait perkembangan dunia digital serta peran mahasiswa dalam menghadapi era teknologi yang terus berkembang.

Dalam sesi dialog interaktif, berbagai isu strategis dibahas guna memperkaya wawasan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan dunia digital. Salah satu topik utama yang diangkat adalah Proses Seleksi Masuk STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, yang dijelaskan secara sistematis agar calon mahasiswa memahami mekanisme pendaftaran dan seleksi di kampus. Selain itu, diskusi juga menyoroti Kurikulum Program Studi KPI, yang dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan industri penyiaran dan komunikasi digital, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan teknologi.

Dalam konteks pelestarian budaya, Ahmad Hamdan, M.Sos menekankan Upaya Pelestarian Budaya Melayu di STAIN Kepri, sebagai bentuk tanggung jawab akademik dalam mempertahankan dan mengembangkan kearifan lokal melalui media dan komunikasi. Seiring dengan transformasi digital, penting bagi mahasiswa untuk memiliki keterampilan dalam menghadapi era digital, seperti literasi digital, kemampuan berbicara di depan publik, serta penguasaan teknologi komunikasi modern.

“Tantangan besar di era informasi saat ini adalah maraknya berita hoaks, sehingga mahasiswa diharapkan memiliki sikap kritis dalam menyaring informasi, agar dapat berkontribusi dalam penyebaran berita yang edukatif dan bertanggung jawab,” ujar Hamdan.


Sementara itu, Muhammad Zaini, M.Kom.I menekankan bahwa penggunaan teknologi digital harus dilakukan dengan bijak serta disertai dengan pengembangan keterampilan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Mahasiswa harus membekali diri dengan kemampuan literasi digital yang mumpuni agar mampu beradaptasi dan bersaing dalam dunia digital. Penggunaan teknologi harus disertai dengan sikap kritis dan bertanggung jawab agar tidak terjerumus dalam penyebaran informasi yang keliru,” terang Zaini.

Sebagai penutup, Ahmad Hamdan menyampaikan harapannya agar mahasiswa semakin siap menghadapi era digital, baik dari segi keterampilan teknologi maupun dalam membangun sikap kritis terhadap informasi.

“Era digital memberikan banyak peluang, tetapi juga tantangan besar. Mahasiswa harus menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan memiliki kompetensi komunikasi yang mumpuni agar dapat bersaing di dunia kerja maupun dalam ranah akademik,” tegasnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan STAIN Kepri dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang akademik, tetapi juga memiliki kesadaran etis dalam penggunaan teknologi digital. Ke depannya, Prodi KPI STAIN Kepri akan terus menginisiasi kegiatan serupa guna memperkuat sinergi antara akademisi, praktisi, dan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia digital secara profesional dan inovatif. (AA/LF/Gby)