السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Membatik Bersama GenBI STAIN Kepri: Melestarikan Budaya, Menginspirasi Generasi

  • 11 Februari 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 449
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau sukses menyelenggarakan kegiatan “Membatik Bersama GenBI STAIN Kepri” dengan tema Melestarikan Budaya, Menginspirasi Generasi. Acara ini berlangsung pada Selasa, 11 Februari 2025, di Auditorium Razali Jaya, Kampus STAIN Kepri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua STAIN Kepri, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) STAIN Kepri, Ns. Nurhidayu, S.Kep., Wakil Ketua II STAIN Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si., Pembina GenBI Komisariat STAIN Kepri, M. Azmi, M.E., serta para peserta dari GenBI STAIN Kepri dan GenBI Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).


Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag. menyampaikan apresiasi atas inisiatif GenBI dalam melestarikan budaya melalui kegiatan membatik. Ia menekankan bahwa batik merupakan warisan budaya yang tidak hanya menjadi identitas nasional, tetapi juga simbol kebanggaan yang telah diakui dunia melalui Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober.

“Batik bukan sekadar karya seni, melainkan cerminan dari nilai-nilai kearifan lokal yang sarat dengan filosofi. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi,” ujar Dr. Faisal.

Lebih lanjut, beliau mengapresiasi kreativitas GenBI yang mampu mengintegrasikan budaya lokal Melayu dalam motif batik yang dihasilkan. Hal ini mencerminkan identitas kedaerahan yang kuat, sejalan dengan semangat kebangsaan dan keberagaman budaya Indonesia.

M. Azmi, M.E., selaku Pembina GenBI STAIN Kepri, turut menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya pelestarian budaya melalui karya nyata. Ia menekankan bahwa proses kreatif membatik juga mengajarkan ketelatenan, kerja sama, dan nilai-nilai estetika yang mendalam.


Acara ini dimeriahkan dengan sesi praktik membatik secara langsung, di mana para peserta diajarkan teknik dasar membatik, mulai dari pembuatan pola hingga proses pewarnaan. Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif mahasiswa dalam mengeksplorasi kreativitas mereka.

Di penghujung acara, Dr. Muhammad Faisal berharap agar semangat melestarikan budaya ini terus dijaga dan dikembangkan. “Semoga kegiatan ini menjadi awal dari berbagai inisiatif positif lainnya yang tidak hanya berdampak di lingkungan kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya di kalangan generasi muda, serta memperkuat identitas nasional melalui karya-karya kreatif yang berakar pada kearifan lokal. (LF/Gby)