السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau sukses menyelenggarakan kegiatan “Membatik Bersama GenBI STAIN Kepri” dengan tema Melestarikan Budaya, Menginspirasi Generasi. Acara ini berlangsung pada Selasa, 11 Februari 2025, di Auditorium Razali Jaya, Kampus STAIN Kepri.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua STAIN Kepri, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) STAIN Kepri, Ns. Nurhidayu, S.Kep., Wakil Ketua II STAIN Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si., Pembina GenBI Komisariat STAIN Kepri, M. Azmi, M.E., serta para peserta dari GenBI STAIN Kepri dan GenBI Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).


Dalam
sambutannya, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag. menyampaikan apresiasi atas inisiatif
GenBI dalam melestarikan budaya melalui kegiatan membatik. Ia menekankan bahwa
batik merupakan warisan budaya yang tidak hanya menjadi identitas nasional,
tetapi juga simbol kebanggaan yang telah diakui dunia melalui Hari Batik
Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober.
“Batik
bukan sekadar karya seni, melainkan cerminan dari nilai-nilai kearifan lokal
yang sarat dengan filosofi. Saya berharap kegiatan ini tidak hanya melestarikan
tradisi, tetapi juga mampu menginspirasi generasi muda untuk terus berinovasi,”
ujar Dr. Faisal.
Lebih
lanjut, beliau mengapresiasi kreativitas GenBI yang mampu mengintegrasikan
budaya lokal Melayu dalam motif batik yang dihasilkan. Hal ini mencerminkan
identitas kedaerahan yang kuat, sejalan dengan semangat kebangsaan dan
keberagaman budaya Indonesia.
M. Azmi, M.E., selaku Pembina GenBI STAIN Kepri, turut menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pentingnya pelestarian budaya melalui karya nyata. Ia menekankan bahwa proses kreatif membatik juga mengajarkan ketelatenan, kerja sama, dan nilai-nilai estetika yang mendalam.


Acara
ini dimeriahkan dengan sesi praktik membatik secara langsung, di mana para
peserta diajarkan teknik dasar membatik, mulai dari pembuatan pola hingga
proses pewarnaan. Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif mahasiswa dalam
mengeksplorasi kreativitas mereka.
Di
penghujung acara, Dr. Muhammad Faisal berharap agar semangat melestarikan
budaya ini terus dijaga dan dikembangkan. “Semoga kegiatan ini menjadi awal
dari berbagai inisiatif positif lainnya yang tidak hanya berdampak di
lingkungan kampus, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tutupnya.
Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian budaya di kalangan generasi muda, serta memperkuat identitas nasional melalui karya-karya kreatif yang berakar pada kearifan lokal. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN