السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

UAS Mata Kuliah Ilmu Falak II: Mahasiswa STAIN Kepri Tentukan Arah Kiblat dengan Theodolite

  • 23 Desember 2024
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 633
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu –– Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan ujian akhir semester (UAS) untuk mata kuliah Ilmu Falak II dengan praktik penentuan arah kiblat menggunakan alat Theodolite. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 23 Desember 2024, di halaman Gedung Kuliah Terpadu STAIN Kepri dan dihadiri oleh Dosen Pengampu Mata Kuliah, M. Arbisora Angkat, M.Ag, serta seluruh mahasiswa peserta mata kuliah Ilmu Falak II.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk mempraktekkan secara langsung penggunaan alat Theodolite dalam menentukan arah kiblat. Setiap mahasiswa secara bergantian mengukur arah kiblat dengan tujuan untuk memperoleh hasil yang akurat. Dosen Pengampu mata kuliah, M. Arbisora Angkat, M.Ag, menyampaikan bahwa dalam ilmu falak, keakuratan dalam penentuan arah kiblat sangatlah penting. Ia mengingatkan bahwa meskipun kesalahan dalam pengukuran hanya satu derajat, perbedaan tersebut dapat menghasilkan jarak kesalahan hingga 111 kilometer, yang tentunya dapat berpengaruh besar terhadap ketepatan arah kiblat.


M. Arbisora juga menjelaskan bahwa penggunaan alat yang tepat, seperti Theodolite, sangat dianjurkan untuk memastikan hasil pengukuran yang sesuai dengan standar ilmu falak. "Kami mengajak mahasiswa untuk keluar dari ruang kuliah dan melaksanakan praktik langsung. Selain memberikan pengalaman praktis, kegiatan ini juga memperkaya pengetahuan mahasiswa tentang tata cara pengoperasian Theodolite dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai hasil yang akurat," ujarnya.

Salah satu mahasiswa, Aulia Izzatillah, yang mengikuti ujian praktik ini, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas pengalaman yang diperoleh. "Untuk UAS ini sangat efektif dan memberi pelajaran berharga. Kami jadi lebih memahami cara menentukan arah kiblat yang tepat, agar tidak terjadi kesalahan dalam menentukan qiblat. Alhamdulillah, kami merasa sudah berhasil, meski masih menunggu konfirmasi dari dosen pengampu untuk hasilnya," ungkapnya.

Dengan adanya kegiatan praktik ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori tentang ilmu falak, tetapi juga memperoleh keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menentukan arah kiblat dengan akurat. (LF/Gby)