السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Labor Pantun dan Khazanah Melayu STAIN Kepri Angkat Budaya Melayu di Momen Wisuda Sarjana Angkatan IX

  • 12 Desember 2024
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 510
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Wisuda Sarjana Strata I Angkatan IX Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau berlangsung meriah dengan penampilan berbalas pantun dari Labor Pantun dan Khazanah Melayu STAIN Kepri. Acara yang digelar di Hotel CK Tanjungpinang ini tidak hanya menjadi ajang penghargaan akademik bagi para wisudawan, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai-nilai budaya lokal.

Labor Pantun dan Khazanah Melayu STAIN Kepri, di bawah kepemimpinan Ramli Muasmara, M.Pd.I., menampilkan kekayaan budaya melalui pantun-pantun berisi pesan moral dan inspirasi. Penampilan ini mendapat apresiasi dari hadirin yang hadir, termasuk civitas academica dan keluarga wisudawan. Ramli menyampaikan bahwa keberadaan Labor Pantun dan Khazanah Melayu bertujuan untuk melestarikan budaya Melayu dan menjadikannya bagian integral dari identitas STAIN Kepri.

Dalam acara tersebut, Muhammad Khairil Ramadhan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang juga Ketua Dewan Mahasiswa STAIN Kepri, turut memeriahkan suasana dengan membawakan pantun berisi motivasi untuk para wisudawan. “Pantun tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media untuk menyampaikan pesan-pesan penting tentang kehidupan dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Khairil pada Kamis (12/12/2024).

Selain itu, Mizwardi, salah satu wisudawan dari Program Studi PAI, juga turut menyumbangkan pantun sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan akademik dan dedikasi kampus. Mizwardi, yang aktif dalam berbagai kegiatan budaya melayu selama masa kuliahnya, menegaskan pentingnya melestarikan tradisi Melayu di tengah tantangan modernitas.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen STAIN Kepri dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan budaya lokal dalam setiap aktivitas akademik dan non-akademik. “Pelestarian budaya Melayu melalui pantun adalah salah satu cara untuk menjaga jati diri kita di tengah perubahan zaman,” ujar Ramli Muasmara.

Dengan kehadiran Labor Pantun dan Khazanah Melayu di momen wisuda ini, STAIN Kepri terus menunjukkan upaya nyata dalam mengangkat nilai-nilai kearifan lokal. Hal ini sejalan dengan visi kampus untuk menjadi institusi pendidikan Islam yang unggul dalam keislaman dan kemelayuan.

Acara ini tidak hanya memberikan kesan mendalam bagi para wisudawan dan keluarganya, tetapi juga mempertegas posisi STAIN Kepri sebagai pusat pendidikan yang berkontribusi pada pelestarian dan pengembangan budaya Melayu. (LF)