السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dr. Ahmad Jalili Soroti Pentingnya Ketahanan Keluarga dalam Orasi Ilmiah Wisuda Angkatan IX STAIN Kepri

  • 12 Desember 2024
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 1151
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Dr. H. Ahmad Jalili, Lc., M.Sy., Kepala Unit Bahasa STAIN Kepri, dalam orasi ilmiah bertajuk "Ketahanan Keluarga: Cabaran dan Harapan", menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya ketahanan keluarga sebagai pilar utama dalam membangun masyarakat yang kokoh. Orasi ini disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan IX Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, yang diadakan di Hotel CK Tanjungpinang, dan dihadiri oleh para wisudawan, keluarga, serta civitas academica STAIN Kepri.

Dr. Ahmad Jalili memaparkan data yang meresahkan mengenai tingginya angka perceraian di Kepulauan Riau, yang tercatat mencapai 3.952 kasus pada tahun 2023, atau sekitar 35% dari total pernikahan yang tercatat. Angka ini, terutama perceraian yang diajukan oleh istri, menurutnya, mencerminkan perlunya peningkatan kesadaran dan pendidikan pranikah di kalangan masyarakat. "Ketahanan keluarga bukan hanya menjadi kebutuhan individu, tetapi juga kunci untuk membangun masyarakat yang lebih stabil dan sejahtera," ungkapnya.

Dalam orasinya, Dr. Ahmad Jalili menekankan beberapa faktor penting dalam membangun ketahanan keluarga, yaitu ketahanan fisik, mental, ekonomi, sosial-budaya, dan kehidupan beragama. Menurutnya, pendidikan pranikah yang mencakup berbagai aspek penting seperti agama, kesehatan reproduksi, manajemen ekonomi, psikologi perkawinan, serta hak dan kewajiban dalam pernikahan sangat diperlukan. "Setiap pasangan calon pengantin harus dibekali pengetahuan ini agar mereka siap menjalani kehidupan berkeluarga yang harmonis," jelasnya.

Sebagai langkah konkret, Dr. Ahmad Jalili mengusulkan agar program bimbingan perkawinan yang diadakan oleh Kementerian Agama di Kepulauan Riau tidak hanya bersifat formalitas, melainkan menjadi persyaratan wajib sebelum menikah. Ia juga mengajak mahasiswa yang berencana menikah untuk mempersiapkan diri dengan pengetahuan yang cukup mengenai pernikahan. Dengan langkah-langkah ini, ia berharap angka perceraian dapat ditekan dan keluarga di Kepulauan Riau dapat menjadi pilar ketahanan masyarakat yang lebih baik.

Orasi ilmiah ini menjadi refleksi yang menggugah bagi para wisudawan dan masyarakat, mendorong pentingnya peran keluarga dalam mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat. (LF)