السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Semester 3 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan praktik mata kuliah Kesehatan dan Nutrisi dengan tema "Pembuatan Menu MPASI Anak Usia 10-12 Bulan" pada Selasa, 10 Desember 2024, di dapur STAIN SAR Kepri. Dipandu langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Nadya Nela Rosa, M.Psi., kegiatan ini merupakan lanjutan dari praktik sebelumnya yang mencakup pembuatan menu MPASI untuk anak usia 6-8 bulan dan 8-10 bulan. Dalam praktik ini, mahasiswa diajarkan untuk mempersiapkan menu MPASI yang sesuai dengan usia anak, dengan penekanan pada tekstur makanan yang menyesuaikan kesiapan anak untuk mengonsumsi menu keluarga tanpa perlu diulek atau disaring.
Praktik ini bertujuan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada penyediaan makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak tingkat PAUD hingga SD kelas 2 di seluruh Indonesia. Mahasiswa juga diajak untuk memanfaatkan bahan pangan lokal Kepulauan Riau, seperti gonggong rebus, olahan ikan, dan sagu yang diolah menjadi kernas atau lendot, sebagai alternatif menu tradisional yang bernutrisi tinggi. Variasi menu ini diharapkan dapat memperkaya referensi mahasiswa dalam menyusun makanan bergizi yang praktis dan relevan dengan kebutuhan gizi anak usia dini.


Salwa
Naila Rahma, salah satu mahasiswa peserta praktik, menyampaikan apresiasinya
terhadap kegiatan ini. Ia menilai bahwa praktik ini sangat membantu mahasiswa
memahami pentingnya gizi dan nutrisi dalam makanan anak usia dini, serta
menumbuhkan motivasi untuk memberikan yang terbaik bagi anak didik mereka
kelak. “Kegiatan ini juga menjadi landasan penting dalam upaya pencegahan
stunting di Kepulauan Riau,” ungkapnya.
Dosen
pengampu, Nadya Nela Rosa, M.Psi., menjelaskan bahwa praktik mata kuliah ini
tidak hanya memberikan pengalaman langsung, tetapi juga bertujuan meluruskan
berbagai mitos terkait pemberian MPASI yang masih berkembang di masyarakat.
“Dengan harapan agar anak-anak di Kepulauan Riau semakin baik gizi dan
nutrisinya, kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar untuk mempersiapkan
generasi pemimpin masa depan yang berkualitas,” ujar Nadya.
Kegiatan
ini mencerminkan komitmen STAIN Kepri dalam mencetak lulusan yang tidak hanya
kompeten sebagai pendidik, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan dalam
meningkatkan kualitas gizi anak usia dini. Melalui praktik ini, mahasiswa
diharapkan dapat memperbaiki pola asuh dan pemberian nutrisi anak-anak
Indonesia secara berkelanjutan. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN