السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Optimalkan Audit Mutu, STAIN Kepri Sambut Benchmarking IAI Miftakhul Ulum Tanjungpinang

  • 15 November 2024
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 597
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan IlmuSekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menerima kunjungan benchmarking dari Institut Agama Islam (IAI) Miftakhul Ulum Tanjungpinang pada Jumat, 15 November 2024. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Balai Titah, Gedung Rektorat STAIN Kepri ini, difokuskan pada pengembangan sistem audit mutu internal melalui pemanfaatan teknologi.

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Moh. Abror, M.Ag., Koordinator Audit Pengendali Mutu STAIN Kepri, Hery Firmansah, S.Pd., admin aplikasi Sistem Informasi Audit Mutu Internal (SIAMAL) dan tim dari Pusat Penjaminan Mutu (P2M) STAIN Kepri. Sementara itu, IAI Miftakhul Ulum diwakili oleh Dr. Saripuddin, M.Pd.I., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAI Miftakhul Ulum.


Dalam kesempatan ini, IAI Miftakhul Ulum mempelajari pelaksanaan audit mutu internal di STAIN Kepri, khususnya melalui penggunaan aplikasi SIAMAL, yang telah diterapkan oleh STAIN Kepri untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam proses audit mutu.

Moh. Abror, M.Ag., menyampaikan bahwa STAIN Kepri telah menjalankan audit mutu internal berbasis digital dengan aplikasi SIAMAL. Aplikasi ini dinilai mempermudah monitoring dan evaluasi mutu internal kampus secara lebih terukur dan sistematis.

Sementara itu, Dr. Saripuddin, M.Pd.I., menyatakan bahwa IAI Miftakhul Ulum akan mengadopsi dan mempelajari sistem audit mutu internal dari STAIN Kepri. Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat sistem penjaminan mutu di IAI Miftakhul Ulum Tanjungpinang.

Dengan adanya kunjungan benchmarking ini, STAIN Kepri berharap dapat terus menjadi rujukan dalam pengelolaan sistem audit mutu internal yang efisien dan transparan, sekaligus mempererat kerja sama dengan perguruan tinggi lain untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi lebih lanjut yang saling menguntungkan, baik dalam pengembangan teknologi penjaminan mutu maupun dalam upaya membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. (luluk/Gby)