السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Serpong, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kepulauan Riau turut serta dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) untuk membahas persiapan sistem pengelolaan bantuan penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian kepada masyarakat (Litapdimas) terpadu. FGD ini berlangsung dari 31 Oktober hingga 2 November 2024 di Swiss-Belhotel, Serpong, Tangerang Selatan, dan melibatkan berbagai PTKIN se-Indonesia.
Kegiatan ini bertujuan membangun sistem tunggal yang terpusat dalam pengelolaan bantuan Litapdimas, guna memudahkan pelacakan proposal, pengelompokan tema riset, dan sinkronisasi data dengan SINTA, platform pengindeksan ilmiah nasional. Siti Nur Fadzilah, S.Pd, yang hadir sebagai perwakilan P3M STAIN Kepri, menyampaikan antusiasme terhadap inisiatif ini, yang dinilai sangat bermanfaat bagi efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan penelitian dan pengabdian.


Dr. Nur Kafid, Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat Kemenag RI, dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya
keselarasan riset dengan agenda nasional. FGD ini juga memberikan panduan bagi
P3M STAIN Kepri dalam meningkatkan kualitas tata kelola riset agar memiliki dampak
lebih besar dan jangkauan lebih luas. Pengelolaan bantuan yang terpusat tidak
hanya diharapkan memudahkan pelaporan dan pemantauan, namun juga memperkuat
kolaborasi antar-PTKIN.
Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Pendidikan Tinggi
Keagamaan Islam di Kemenag RI, dalam penutupannya, menyampaikan harapan agar
setiap PTKIN mampu meningkatkan kontribusi nyata dalam pembangunan nasional
melalui penelitian yang relevan. “Mari kita bersama-sama menciptakan sejarah
dan berkinerja sebaik mungkin,” ungkapnya, mendorong peningkatan kontribusi
PTKIN dalam publikasi ilmiah yang berdampak.
P3M STAIN Kepri melihat sistem terpadu ini sebagai
langkah maju dalam mendukung program-program penelitian dan pengabdian yang
lebih terorganisir dan berdampak luas. Dengan adanya sistem ini, STAIN Kepri
dan PTKIN lainnya diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan bantuan
Litapdimas untuk menghasilkan riset-riset berkualitas yang memberikan manfaat
langsung bagi masyarakat Indonesia. (DLH/luluk/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN