السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., memimpin langsung rapat persiapan International Conference pertama di kampus STAIN Kepri yang akan digelar pada 19-20 November 2024. Rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Dosen, Gedung Kuliah Terpadu STAIN Kepri ini dihadiri oleh Kabag AUAK Dr. H. Imam Subekti, S.Ag., M.Pd.I., Kasubag TUPRT Martanto, S.Sos., M.Si., dan seluruh panitia konferensi internasional tersebut.
Dalam arahannya, Dr. Muhammad Faisal menekankan pentingnya mematangkan seluruh aspek persiapan, baik teknis maupun non-teknis, agar konferensi yang bertajuk The 1st Islamic and Malay Studies International Conference (IMSIC) ini dapat berjalan lancar. "Persiapan harus dimatangkan, terutama dalam hal teknis dan non-teknis, agar setiap agenda yang direncanakan berjalan dengan baik dan sesuai harapan," ujar Dr. Muhammad Faisal pada Kamis, 14 November 2024.


"Konferensi
internasional ini adalah momentum besar bagi STAIN Kepri, maka seluruh elemen
harus bekerja sama dengan baik dan menjaga profesionalisme. Setiap detil, baik
dari segi persiapan teknis maupun pelayanan kepada tamu undangan, harus
benar-benar diperhatikan," ungkap Ketua.
Senada
dengan Ketua, Dr. Imam Subekti juga menekankan agar seluruh panitia sigap
menghadapi setiap kemungkinan yang dapat terjadi selama acara berlangsung,
sehingga IMSIC 2024 dapat memberikan kesan positif bagi seluruh peserta.
Rangkaian
konferensi yang akan berlangsung selama dua hari ini akan mempertemukan
akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu terkait
studi Islam dan Melayu. Kegiatan ini dimulai dengan registrasi pada pagi hari
diikuti dengan upacara pembukaan yang menampilkan sambutan dari Dr. Muhammad
Faisal sebagai keynote speaker. Pada
acara pembukaan ini juga akan dilakukan penandatanganan MoU antara STAIN Kepri
dan University Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Pada
hari pertama konferensi, dua panel khusus akan mengangkat tema besar mengenai
peran agama dan budaya dalam masyarakat Islam dan Melayu, serta inovasi
pendidikan menuju keberlanjutan masyarakat. Panel ini menghadirkan narasumber
ternama, antara lain Dr. Nur Zainatul Nadra Binti Zainol, Dr. Muhammad Suhaimi
Bin Datuk Hj Sulong, Dr. Wan Ainaa Mardhiah Binti Wan Zahari, Hj
Mustapahayuddin Bin Abdul Khalim, dan Dr. Siti Marpuah dari UTHM, Malaysia;
Syed Huzaifah Alkaff, M.Sc. dari Nanyang Technological University, Singapura;
serta Adi Pradana dari School of Language and Culture, The University of
Queensland, Australia.
Pada
hari kedua, fokus konferensi beralih ke isu-isu praktik keagamaan dalam
masyarakat multikultural, disusul dengan lokakarya penerbitan artikel di jurnal
bereputasi yang akan dibawakan oleh Aprezo Pardodi Maba, M.Pd., Pemimpin
Redaksi IGCJ (Jurnal Scopus Q1) dan mahasiswa program doktoral di University of
Queensland, Australia. Rangkaian konferensi ini dijadwalkan akan ditutup secara
resmi oleh Ketua STAIN Kepri.
Dengan
persiapan yang matang, IMSIC 2024 diharapkan menjadi platform berharga bagi para akademisi dalam memperkuat jaringan
penelitian dan memberikan kontribusi terhadap solusi berbagai tantangan sosial,
budaya, dan agama di wilayah Melayu dan Islam pada khususnya. (luluk)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN