السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Jelang International Conference Perdana STAIN Kepri, Ketua Tinjau Langsung Persiapan Akhir

  • 14 November 2024
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 554
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., memimpin langsung rapat persiapan International Conference pertama di kampus STAIN Kepri yang akan digelar pada 19-20 November 2024. Rapat yang dilaksanakan di Ruang Rapat Dosen, Gedung Kuliah Terpadu STAIN Kepri ini dihadiri oleh Kabag AUAK Dr. H. Imam Subekti, S.Ag., M.Pd.I., Kasubag TUPRT Martanto, S.Sos., M.Si., dan seluruh panitia konferensi internasional tersebut.

Dalam arahannya, Dr. Muhammad Faisal menekankan pentingnya mematangkan seluruh aspek persiapan, baik teknis maupun non-teknis, agar konferensi yang bertajuk The 1st Islamic and Malay Studies International Conference (IMSIC) ini dapat berjalan lancar. "Persiapan harus dimatangkan, terutama dalam hal teknis dan non-teknis, agar setiap agenda yang direncanakan berjalan dengan baik dan sesuai harapan," ujar Dr. Muhammad Faisal pada Kamis, 14 November 2024.


"Konferensi internasional ini adalah momentum besar bagi STAIN Kepri, maka seluruh elemen harus bekerja sama dengan baik dan menjaga profesionalisme. Setiap detil, baik dari segi persiapan teknis maupun pelayanan kepada tamu undangan, harus benar-benar diperhatikan," ungkap Ketua.

Senada dengan Ketua, Dr. Imam Subekti juga menekankan agar seluruh panitia sigap menghadapi setiap kemungkinan yang dapat terjadi selama acara berlangsung, sehingga IMSIC 2024 dapat memberikan kesan positif bagi seluruh peserta.

Rangkaian konferensi yang akan berlangsung selama dua hari ini akan mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu terkait studi Islam dan Melayu. Kegiatan ini dimulai dengan registrasi pada pagi hari diikuti dengan upacara pembukaan yang menampilkan sambutan dari Dr. Muhammad Faisal sebagai keynote speaker. Pada acara pembukaan ini juga akan dilakukan penandatanganan MoU antara STAIN Kepri dan University Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).

Pada hari pertama konferensi, dua panel khusus akan mengangkat tema besar mengenai peran agama dan budaya dalam masyarakat Islam dan Melayu, serta inovasi pendidikan menuju keberlanjutan masyarakat. Panel ini menghadirkan narasumber ternama, antara lain Dr. Nur Zainatul Nadra Binti Zainol, Dr. Muhammad Suhaimi Bin Datuk Hj Sulong, Dr. Wan Ainaa Mardhiah Binti Wan Zahari, Hj Mustapahayuddin Bin Abdul Khalim, dan Dr. Siti Marpuah dari UTHM, Malaysia; Syed Huzaifah Alkaff, M.Sc. dari Nanyang Technological University, Singapura; serta Adi Pradana dari School of Language and Culture, The University of Queensland, Australia.

Pada hari kedua, fokus konferensi beralih ke isu-isu praktik keagamaan dalam masyarakat multikultural, disusul dengan lokakarya penerbitan artikel di jurnal bereputasi yang akan dibawakan oleh Aprezo Pardodi Maba, M.Pd., Pemimpin Redaksi IGCJ (Jurnal Scopus Q1) dan mahasiswa program doktoral di University of Queensland, Australia. Rangkaian konferensi ini dijadwalkan akan ditutup secara resmi oleh Ketua STAIN Kepri.

Dengan persiapan yang matang, IMSIC 2024 diharapkan menjadi platform berharga bagi para akademisi dalam memperkuat jaringan penelitian dan memberikan kontribusi terhadap solusi berbagai tantangan sosial, budaya, dan agama di wilayah Melayu dan Islam pada khususnya. (luluk)