السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN Kepri Gelar Apel Pagi Sekaligus Peringatan Hari Pahlawan: Meneladani Semangat Patriotisme di Zaman Modern

  • 11 November 2024
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 678
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan IlmuSekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar apel pagi sekaligus memperingati Hari Pahlawan Tahun 2024 di halaman Gedung Rektorat pada Senin pagi, 11 November 2024. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bagian AUAK STAIN Kepri, Dr. H. Imam Subekti, S.Ag., M.Pd.I., yang bertindak sebagai pembina apel.

Dalam amanatnya, Dr. Imam Subekti menyampaikan amanat Menteri Sosial RI pada Upacara Peringatan Hari Pahlawan. Tema peringatan Hari Pahlawan Tahun 2024 adalah “Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu.” Tema ini mengandung makna yang dalam. “Teladani Pahlawanmu” berarti bahwa segala olah pikiran dan perbuatan kita harus senantiasa diilhami oleh semangat kepahlawanan. Adapun “Cintai Negerimu” mengandung makna bahwa apapun bentuk pengabdian kita harus memberikan sumbangsih yang berarti bagi kemajuan bangsa Indonesia. Terlebih dalam situasi global yang sulit diprediksi ini, mencintai negeri juga berarti memperkuat jalinan kesetiakawanan sosial, memperkuat persatuan dan solidaritas sosial, serta menghidupkan kembali nilai sosial persaudaraan sesama anak bangsa.


Dr. Imam menekankan bahwa bentuk perjuangan membangun bangsa selalu berubah seiring perkembangan zaman. Dahulu, kepahlawanan diwujudkan melalui perjuangan fisik melawan penjajah, sedangkan saat ini tantangannya adalah memberantas kemiskinan dan kebodohan yang menjadi akar masalah sosial. Oleh karena itu, ia mendorong agar semangat kepahlawanan saat ini diwujudkan dalam pembangunan masyarakat, peningkatan kesejahteraan sosial, dan perlindungan inklusif bagi semua rakyat Indonesia.

Menanggapi tantangan era modern, Dr. Imam memaparkan bahwa kepahlawanan tidak hanya milik masa lalu. Baginya, masih ada ruang bagi sosok pahlawan baru yang dapat berkontribusi membangun NKRI sebagai bangsa yang bermartabat dalam pergaulan global. Tugas para pahlawan terdahulu dalam memperjuangkan kemerdekaan telah selesai, namun saat ini tantangan baru menuntut pahlawan-pahlawan masa kini yang mampu membawa perubahan positif di berbagai bidang kehidupan.

Dr. Imam berharap peringatan Hari Pahlawan tidak sekadar menjadi rutinitas tahunan, tetapi menjadi momen yang membangkitkan semangat baru bagi generasi penerus untuk menciptakan inovasi dan mengamalkan nilai-nilai kepahlawanan sesuai dengan tantangan zaman. Sebagai penutup, ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa meneladani nilai-nilai kepahlawanan, mulai dari hal-hal kecil di sekitar yang membawa manfaat bagi masyarakat. (luluk)