السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Menguatkan Ikatan Serumpun: STAIN Kepri Diskusikan Islam dan Budaya Melayu Bersama Imam Besar Masjid Sultan Singapura

  • 31 Oktober 2024
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 701
Berita Utama

Singapura, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., bersama jajaran pimpinan STAIN Kepri, melakukan pertemuan dengan Imam Besar Masjid Sultan Singapura, Dr. Mohamed Qusuairy Bin Thaha, dalam diskusi bertajuk “Islam dan Melayu Serumpun”, pada Kamis 31 Oktober 2024. Pertemuan yang berlangsung di Masjid Sultan, sebuah bangunan bersejarah di Kampong Glam, Distrik Rochor, ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama lintas negara yang berakar pada tradisi Islam dan budaya Melayu, yang memiliki banyak persamaan antara Singapura dan Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Muhammad Faisal didampingi oleh Wakil Ketua I Aris Bintania, M.Ag., Wakil Ketua II Dr. Drs. Al Mahfuz, M.Si., Wakil Ketua III Rahmad Budi Harto, S.E., M.M., dan Kepala Bagian AUAK Dr. H. Imam Subekti, S.Ag., M.Pd.I. Kehadiran mereka mencerminkan komitmen STAIN Kepri untuk memperdalam hubungan kultural dan spiritual antara kedua negara.


Dr. Muhammad Faisal mengungkapkan bahwa diskusi ini sangat penting untuk mempererat hubungan dan kerja sama di bidang keagamaan dan kebudayaan. “Pembahasan Islam dan Melayu Serumpun ini kami harapkan dapat memperdalam pemahaman kita akan hubungan yang telah lama terjalin di antara bangsa serumpun ini,” ujarnya.

Sementara itu, Imam Besar Masjid Sultan, Dr. Mohamed Qusuairy Bin Thaha, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan bahwa pertemuan ini menjadi momentum untuk meningkatkan solidaritas antarumat Muslim di kedua negara. “Kami sangat berterima kasih atas kunjungan ini dan berharap diskusi ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Melayu di kedua negara,” jelasnya.

Melalui pertemuan ini, STAIN Sultan Abdurrahman dan Masjid Sultan Singapura bertekad untuk memperkuat hubungan yang telah terjalin lama serta berkontribusi pada pengembangan budaya Islam dan Melayu. Pertemuan tersebut mencerminkan komitmen kedua belah pihak dalam memperkuat ikatan serumpun melalui dialog konstruktif mengenai Islam dan budaya Melayu.

Diskusi ini diharapkan tidak hanya memperdalam pemahaman kultural dan spiritual antara Indonesia dan Singapura, tetapi juga mendorong kolaborasi yang lebih erat dalam menghadapi tantangan bersama di bidang keagamaan dan sosial. Dengan sinergi yang terjalin, kedua lembaga berkomitmen untuk berkontribusi pada pengembangan masyarakat Melayu di kedua negara, sekaligus memperkuat solidaritas antarumat Muslim yang berbagi akar tradisi yang sama. (luluk/gby)