السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

HMPS IAT STAIN Kepri Gelar Lomba Cipta Pantun Online: Lestarikan Budaya Melayu di Era Digital

  • 25 Oktober 2024
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 603
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (HMPS IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau sukses menggelar Lomba Cipta dan Baca Pantun secara daring yang berlangsung dari 20 hingga 25 Oktober 2024. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dan siswa sekolah yang mengirimkan karya mereka dalam format online, bertepatan dengan peringatan HUT ke-22 Provinsi Kepulauan Riau, Hari Santri, dan mengenang G30S/PKI. Lomba ini bertujuan untuk melestarikan budaya pantun sebagai salah satu warisan budaya Melayu sekaligus media untuk mengekspresikan kreativitas peserta.

Acara tersebut diawali dengan sesi technical meeting yang dihadiri oleh Ketua HMPS IAT, Suroyo Aji Santoso, Wakil Ketua HMPS IAT, Syafira Rahmadhana, Ketua Divisi Kemelayuan IAT, Nadia Faradila, serta sejumlah anggota dan peserta dari berbagai sekolah, seperti Miftahul Khoir dari MAN Tanjungpinang dan Nur Zahra dari PP Al-Idris. Dewan juri lomba ini terdiri dari Ketua Prodi IAT, Maisarotil Husna, M.Ag., dan Presiden Mahasiswa STAIN SAR Kepri 2024, Khairil Ramadhan.

Ketua Divisi Kemelayuan IAT, Nadia Faradila, menyampaikan bahwa lomba ini disiapkan selama dua pekan dengan menggunakan dana dari kas HMPS IAT. “Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga dan melestarikan nilai budaya Melayu, khususnya melalui berpantun, serta menjadi wadah bagi siswa dan mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri. Tema pantun yang disesuaikan dengan momen-momen penting ini sekaligus memperlihatkan bahwa Al-Qur'an sebagai pedoman hidup tetap relevan dalam perkembangan zaman, terutama dalam budaya Melayu,” ungkapnya.

Selain itu, pengumuman pemenang lomba pantun juga disampaikan dalam acara MTQ Series III HMPS IAT, dengan tujuan memperkenalkan kegiatan yang dilaksanakan oleh HMPS IAT sekaligus memperluas budaya pantun di kalangan siswa dan mahasiswa. Berikut adalah para pemenang lomba pantun: Juara 1 diraih oleh Rasyad Muhammad Faishal dari KPBM STAIN SAR, Juara 2 oleh Muhammad Miftahul Khoir dari MAN Tanjungpinang, dan Juara 3 oleh Ellis Alfiana dari STAIN SAR.

Ellis Alfiana, peraih Juara 3, menyampaikan bahwa lomba ini sangat bermanfaat bagi kalangan siswa dan mahasiswa. “Lomba pantun ini bagus untuk diadakan, terutama karena diadakan secara daring dengan waktu yang cukup lama, sehingga kami bisa mengasah bakat dan meningkatkan kemampuan berpantun,” katanya.

Sementara itu, Ketua HMPS IAT, Suroyo Aji Santoso, menambahkan bahwa pantun bukan hanya sekadar sastra, tetapi juga merupakan cerminan budaya dan kreativitas generasi muda. “Semoga lomba ini bisa mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat literasi di kalangan mahasiswa. Walaupun jumlah peserta kali ini tidak sebanyak yang kami harapkan, semangat peserta patut diapresiasi. Setiap bait pantun yang dilantunkan mengandung makna mendalam dan kreativitas tinggi. Mari bersama-sama menghidupkan kembali tradisi berpantun di kalangan mahasiswa,” ujarnya.

Nadia Faradila juga berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi generasi muda dalam melestarikan budaya pantun serta meningkatkan prestasi mereka. “Kami berharap perhatian terhadap budaya pantun dapat terus ditingkatkan karena ternyata minat peserta masih perlu ditingkatkan. Semoga di masa mendatang, antusiasme terhadap lomba seperti ini akan semakin besar,” tambahnya.

Lomba Cipta dan Baca Pantun ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya Melayu, sekaligus memperlihatkan relevansi budaya dan nilai-nilai Islami di era modern. (marsila/luluk)