السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan,
Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Himpunan Mahasiswa
Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (HMPS IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan
Riau sukses menggelar Lomba Cipta dan Baca Pantun secara daring yang
berlangsung dari 20 hingga 25 Oktober 2024. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa
dan siswa sekolah yang mengirimkan karya mereka dalam format online, bertepatan
dengan peringatan HUT ke-22 Provinsi Kepulauan Riau, Hari Santri, dan mengenang
G30S/PKI. Lomba ini bertujuan untuk melestarikan budaya pantun sebagai salah
satu warisan budaya Melayu sekaligus media untuk mengekspresikan kreativitas
peserta.
Acara tersebut diawali dengan sesi technical meeting yang dihadiri oleh Ketua HMPS IAT, Suroyo Aji
Santoso, Wakil Ketua HMPS IAT, Syafira Rahmadhana, Ketua Divisi Kemelayuan IAT,
Nadia Faradila, serta sejumlah anggota dan peserta dari berbagai sekolah,
seperti Miftahul Khoir dari MAN Tanjungpinang dan Nur Zahra dari PP Al-Idris.
Dewan juri lomba ini terdiri dari Ketua Prodi IAT, Maisarotil Husna, M.Ag., dan
Presiden Mahasiswa STAIN SAR Kepri 2024, Khairil Ramadhan.
Ketua Divisi Kemelayuan IAT, Nadia Faradila, menyampaikan
bahwa lomba ini disiapkan selama dua pekan dengan menggunakan dana dari kas
HMPS IAT. “Tujuan utama kegiatan ini adalah menjaga dan melestarikan nilai
budaya Melayu, khususnya melalui berpantun, serta menjadi wadah bagi siswa dan
mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri. Tema pantun yang disesuaikan dengan
momen-momen penting ini sekaligus memperlihatkan bahwa Al-Qur'an sebagai
pedoman hidup tetap relevan dalam perkembangan zaman, terutama dalam budaya
Melayu,” ungkapnya.
Selain itu, pengumuman pemenang lomba pantun juga disampaikan dalam acara MTQ Series III HMPS IAT, dengan tujuan memperkenalkan kegiatan yang dilaksanakan oleh HMPS IAT sekaligus memperluas budaya pantun di kalangan siswa dan mahasiswa. Berikut adalah para pemenang lomba pantun: Juara 1 diraih oleh Rasyad Muhammad Faishal dari KPBM STAIN SAR, Juara 2 oleh Muhammad Miftahul Khoir dari MAN Tanjungpinang, dan Juara 3 oleh Ellis Alfiana dari STAIN SAR.


Ellis Alfiana, peraih Juara 3, menyampaikan bahwa lomba
ini sangat bermanfaat bagi kalangan siswa dan mahasiswa. “Lomba pantun ini
bagus untuk diadakan, terutama karena diadakan secara daring dengan waktu yang
cukup lama, sehingga kami bisa mengasah bakat dan meningkatkan kemampuan
berpantun,” katanya.
Sementara itu, Ketua HMPS IAT, Suroyo Aji Santoso,
menambahkan bahwa pantun bukan hanya sekadar sastra, tetapi juga merupakan
cerminan budaya dan kreativitas generasi muda. “Semoga lomba ini bisa
mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat literasi di kalangan
mahasiswa. Walaupun jumlah peserta kali ini tidak sebanyak yang kami harapkan,
semangat peserta patut diapresiasi. Setiap bait pantun yang dilantunkan
mengandung makna mendalam dan kreativitas tinggi. Mari bersama-sama
menghidupkan kembali tradisi berpantun di kalangan mahasiswa,” ujarnya.
Nadia Faradila juga berharap kegiatan ini dapat menjadi
wadah bagi generasi muda dalam melestarikan budaya pantun serta meningkatkan
prestasi mereka. “Kami berharap perhatian terhadap budaya pantun dapat terus
ditingkatkan karena ternyata minat peserta masih perlu ditingkatkan. Semoga di
masa mendatang, antusiasme terhadap lomba seperti ini akan semakin besar,”
tambahnya.
Lomba Cipta dan Baca Pantun ini diharapkan dapat menjadi
momentum bagi generasi muda untuk lebih mengenal dan mencintai budaya Melayu,
sekaligus memperlihatkan relevansi budaya dan nilai-nilai Islami di era modern.
(marsila/luluk)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN