السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Mataram, Kampus Bersendikan
Wahyu Berteraskan Ilmu – Pusat Studi Gender
dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sukses menyelenggarakan
Konferensi Ke-3 di Hotel Grand Legi, Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 16-18
Oktober 2024. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti Prof. Dr.
Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, Direktur PTKI, dan Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag,
Rektor Universitas Islam Negeri Mataram. Juga hadir para Kepala PSGA dari berbagai
PTKIN dan PTKIS, termasuk Dr. Muhammad Lazim, Lc., M.A, Kepala Unit Studi
Gender, Anak, dan Keluarga (USGAK) STAIN Sultan Abdurrahman Kepri.
Konferensi yang berlangsung
selama tiga hari ini membahas sejumlah isu penting terkait gender, anak, dan
sosial inklusi. Beberapa poin utama yang dibahas dalam konferensi ini meliputi:
Pentingnya
memahami isu gender dalam konteks antropologi. Peserta konferensi
diingatkan bahwa isu gender sering kali menjadi topik yang sensitif. Oleh
karena itu, para akademisi diharapkan memiliki pandangan yang non-esensialis,
yakni melihat laki-laki dan perempuan sebagai mitra, bukan musuh.
Pentingnya
pembangunan sosial inklusi. PTKI diharapkan aktif menyuarakan
pentingnya pembangunan sosial yang inklusif, dengan memperhatikan isu-isu
terkait gender, sosial inklusi, anak (GENSIA), serta ketahanan keluarga. Hal
ini merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih berkeadilan.
PTKI sebagai pelopor Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG). PTKI harus menjadi pionir dalam menciptakan perguruan tinggi yang responsif terhadap kesetaraan gender dan bebas dari kekerasan seksual, sehingga kampus dapat menjadi tempat yang aman dan inklusif bagi semua kalangan.

Rektor UIN Mataram, Prof.
Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag, menegaskan bahwa konferensi ini merupakan ruang
diskusi yang sangat penting bagi akademisi di lingkungan PTKI. "Konferensi
ini penting sebagai ruang diskusi bagi para akademisi di PTKI, karena isu
gender dan anak merupakan masalah yang harus diselesaikan bersama melalui
penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,"ujarnya.
Sementara itu, Dr. Muhammad
Lazim, Lc., M.A, menyampaikan harapannya agar semangat dari Konferensi dan
Munas PSGA serta “PTRG Award” ini
dapat mendorong STAIN Sultan Abdurrahman Kepri untuk mengejar ketertinggalan
dan sejajar dengan PTKIN lainnya yang telah meraih predikat Madya dan Utama
dalam bidang responsivitas gender.
Selain diskusi dan
presentasi, Konferensi dan Munas PSGA kali ini juga menghadirkan PTRG Award, penghargaan yang diberikan
kepada perguruan tinggi keagamaan yang dinilai berhasil memperjuangkan
kesetaraan gender dan menciptakan lingkungan bebas dari kekerasan seksual.
(lazim/luluk)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN