السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

PSGA PTKI Gelar Konferensi Ke-3, Berkomitmen Wujudkan Perguruan Tinggi Responsif Gender

  • 18 Oktober 2024
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 682
Berita Utama

Mataram, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan IlmuPusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sukses menyelenggarakan Konferensi Ke-3 di Hotel Grand Legi, Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 16-18 Oktober 2024. Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, seperti Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, Direktur PTKI, dan Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag, Rektor Universitas Islam Negeri Mataram. Juga hadir para Kepala PSGA dari berbagai PTKIN dan PTKIS, termasuk Dr. Muhammad Lazim, Lc., M.A, Kepala Unit Studi Gender, Anak, dan Keluarga (USGAK) STAIN Sultan Abdurrahman Kepri.

Konferensi yang berlangsung selama tiga hari ini membahas sejumlah isu penting terkait gender, anak, dan sosial inklusi. Beberapa poin utama yang dibahas dalam konferensi ini meliputi:

Pentingnya memahami isu gender dalam konteks antropologi. Peserta konferensi diingatkan bahwa isu gender sering kali menjadi topik yang sensitif. Oleh karena itu, para akademisi diharapkan memiliki pandangan yang non-esensialis, yakni melihat laki-laki dan perempuan sebagai mitra, bukan musuh.

Pentingnya pembangunan sosial inklusi. PTKI diharapkan aktif menyuarakan pentingnya pembangunan sosial yang inklusif, dengan memperhatikan isu-isu terkait gender, sosial inklusi, anak (GENSIA), serta ketahanan keluarga. Hal ini merupakan upaya untuk menciptakan lingkungan yang lebih berkeadilan.

PTKI sebagai pelopor Perguruan Tinggi Responsif Gender (PTRG). PTKI harus menjadi pionir dalam menciptakan perguruan tinggi yang responsif terhadap kesetaraan gender dan bebas dari kekerasan seksual, sehingga kampus dapat menjadi tempat yang aman dan inklusif bagi semua kalangan.


Rektor UIN Mataram, Prof. Dr. H. Masnun Tahir, M.Ag, menegaskan bahwa konferensi ini merupakan ruang diskusi yang sangat penting bagi akademisi di lingkungan PTKI. "Konferensi ini penting sebagai ruang diskusi bagi para akademisi di PTKI, karena isu gender dan anak merupakan masalah yang harus diselesaikan bersama melalui penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,"ujarnya.

Sementara itu, Dr. Muhammad Lazim, Lc., M.A, menyampaikan harapannya agar semangat dari Konferensi dan Munas PSGA serta “PTRG Award” ini dapat mendorong STAIN Sultan Abdurrahman Kepri untuk mengejar ketertinggalan dan sejajar dengan PTKIN lainnya yang telah meraih predikat Madya dan Utama dalam bidang responsivitas gender.

Selain diskusi dan presentasi, Konferensi dan Munas PSGA kali ini juga menghadirkan PTRG Award, penghargaan yang diberikan kepada perguruan tinggi keagamaan yang dinilai berhasil memperjuangkan kesetaraan gender dan menciptakan lingkungan bebas dari kekerasan seksual. (lazim/luluk)