السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Focus
Group Discussion (FGD) tentang
Pembangunan Inklusi Sosial digelar di Hotel CK Tanjungpinang pada Kamis, 10
Oktober 2024, dengan tujuan merumuskan strategi pembangunan yang lebih inklusif
dan berkeadilan. Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Eksekutif SETARA
Institute, Halili Hasan, Kepala Unit Studi Gender, Anak dan Keluarga (USGAK)
STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Dr. Muhammad Lazim, Lc., MA., perwakilan dari Rumah
Moderasi Beragama, serta beberapa perwakilan organisasi masyarakat (Ormas) di
Tanjungpinang.
Dalam FGD tersebut, para peserta membahas pentingnya
pengelolaan kehidupan inklusif sebagai salah satu kunci dalam mencapai
pembangunan yang adil, setara, dan dinamis. Direktur Eksekutif SETARA
Institute, Halili Hasan, menekankan bahwa data terkait kelompok rentan, seperti
perempuan, single parents, minoritas agama, penyandang disabilitas, dan
masyarakat adat, perlu dikumpulkan secara sistematis. Data tersebut akan
menjadi referensi penting bagi pemerintah dalam penyusunan Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD) untuk periode 2025-2029.

"Kita perlu memastikan bahwa semua kelompok rentan
mendapat perhatian dalam pembangunan, sehingga kebijakan yang dibuat
benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat secara luas," ujar Halili.
Sementara itu, Kepala USGAK STAIN SAR Kepri, Dr. Muhammad
Lazim, Lc., MA., menyampaikan bahwa perhatian khusus perlu diberikan kepada Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS), ketahanan keluarga, upaya meminimalisir
stigma negatif terhadap single parents, serta masalah stunting dan
tumbuh kembang anak.
Diskusi ini juga diisi dengan paparan dari perwakilan
ormas dan kelompok rentan yang membagikan data serta permasalahan yang dihadapi
di lapangan. Mereka berharap bahwa hasil dari FGD ini akan menjadi acuan bagi
pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih inklusif, khususnya terkait
RPJMN dan RPJMD 2025-2029.
”Harapan besar dari kegiatan ini adalah agar pemerintah
memperhatikan dan mengakomodir data serta masukan yang telah diekspos dalam FGD
ini, sehingga pembangunan ke depan dapat benar-benar menciptakan masyarakat
yang lebih inklusif dan berkeadilan,” tutup Dr. Lazim. (lazim/luluk)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN