السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Bank Indonesia Bantu Pembayaran UKT Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

  • 10 Oktober 2024
  • Oleh: Luluk Fatimah
  • 1015
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan IlmuSebanyak 30 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang mengalami keterlambatan dalam pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) akan menerima bantuan dari Bank Indonesia. Bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban mahasiswa yang belum menyelesaikan kewajiban UKT mereka, dengan bantuan ini hanya berlaku untuk satu semester.

Ke-30 mahasiswa tersebut masih berstatus sebagai calon penerima bantuan, dengan syarat mereka harus melengkapi berkas administrasi yang diperlukan agar proses pengajuan bantuan dapat berjalan hingga layak mendapatkan pembayaran UKT dari Bank Indonesia.

Dalam kegiatan yang digelar pada Rabu, 9 Oktober 2024, Wakil Ketua II STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, Dr. Drs. Al Mahfuz, M.Si, Kasubag TU, Perlengkapan dan Rumah Tangga, Martanto, S.Sos., M.Si, serta M. Azmi, M.E., dosen Homebase Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) STAIN Kepri, turut hadir untuk memberikan dukungan kepada para mahasiswa penerima bantuan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bank Indonesia atas kepedulian dan bantuannya. Ini sangat membantu mahasiswa yang memiliki tunggakan UKT,” kata Dr. Al Mahfuz.


Pihak kampus juga berkomitmen untuk mempercepat proses administrasi dengan mendesak mahasiswa penerima bantuan agar segera melengkapi persyaratan yang dibutuhkan. Persyaratan tersebut meliputi surat keterangan dari lurah atau RT setempat serta surat pernyataan yang menyatakan bahwa mahasiswa belum menerima beasiswa dari pihak manapun.

“Pihak kampus akan membantu dalam pengurusan persyaratan administrasi ini agar mahasiswa dapat segera melengkapi berkas yang diperlukan,” tambah M. Azmi. Diharapkan, seluruh proses administrasi dapat segera rampung agar bantuan dari Bank Indonesia bisa segera diproses.

Dana bantuan dari Bank Indonesia ini nantinya akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing mahasiswa. Setelah dana diterima, mahasiswa diharapkan membayar UKT secara mandiri tanpa adanya pemotongan otomatis oleh kampus. “Dana bantuan akan masuk langsung ke rekening mahasiswa. Mereka kemudian diharapkan segera membayar UKT sesuai dengan prosedur yang ada,” jelasnya.

Diharapkan, bantuan ini dapat membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam pembayaran UKT, sehingga mereka dapat melanjutkan studi tanpa hambatan. Bantuan dari Bank Indonesia ini juga menunjukkan sinergi yang kuat antara lembaga pendidikan dan institusi keuangan dalam mendukung keberlanjutan pendidikan di Indonesia. (luluk)