Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Komunitas Pecinta Budaya Melayu (KPBM) STAIN SAR mengadakan pertemuan perdana di Ruang Internasional 3. Acara ini dihadiri oleh Kepala Unit Pusat Studi Melayu, Bapak Romi Aqmal, dan Bapak Ramli Muasmara, serta anggota baru dan lama komunitas pada Jumat, 04 Oktober 2024.
Dalam sambutannya Romi Aqmal, M.Si mengungkapkan semangat untuk meneruskan dan memperjuangkan KPBM agar dapat berkembang menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang sejalan dengan visi kampus Islam dan kemelayuan.
Beliau menegaskan pentingnya pengembangan kebudayaan Melayu di kampus dan menyampaikan bahwa pihak kampus telah memfasilitasi ruang untuk kegiatan KPBM. Selain itu, dukungan penuh dari kampus dan dinas kebudayaan diharapkan dapat memperlancar kegiatan di masa mendatang.
Ramli Muasmara, M.Pd juga memberikan penyampaian mengenai peran KPBM sebagai penggerak dalam mengembangkan budaya Melayu di kalangan mahasiswa.
Beliau menjelaskan bahwa dengan adanya fasilitas yang disediakan, komunitas ini dapat melaksanakan latihan rutin seperti berbalas pantun, membaca gurindam, dan mempelajari naskah Melayu serta adat.
Ramli juga menekankan bahwa potensi-potensi ini perlu ditanamkan kepada anggota KPBM sebagai langkah awal dalam menciptakan dan melestarikan budaya Melayu di kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.
Di akhir acara, harapan ini untuk KPBM yang telah direkrut dapat bertahan dan menjadi pelopor untuk berubah menjadi UKM. Anggota baru dan lama KPBM STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau bersama-sama berkomitmen untuk membangun komunitas ini dengan semangat yang tinggi.(Gby/Nrfzh)