السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

IAIN Sultan Amai Gorontalo Gelar Kegiatan Capacity Building Kehumasan

  • 05 Oktober 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 793
Berita Utama

Gorontalo, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menggelar kegiatan Capacity Building Kehumasan PTKIN yang bertujuan untuk membangun keterampilan public speaking dan pengelolaan media sosial yang profesional. Acara ini berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 4 hingga 6 Oktober 2024, di aula gedung rektorat kampus 1 IAIN Sultan Amai Gorontalo, lantai 4, dan diikuti oleh 70 peserta dari berbagai PTKIN se-Indonesia.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Data dan Informasi (HDI) Kemenag RI, Akhmad Fauzin, S.Ag., M.Si., turut hadir secara virtual dan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pilot project perubahan yang digagas oleh Dra. Hj. Farida Napu, M.Pd., Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) IAIN Sultan Amai Gorontalo, dalam kerangka Diklat PIM II.

Dalam sambutannya, Akhmad Fauzin juga menyinggung lahirnya KMA 284 yang mengatur pengelolaan kehumasan di lingkungan Kementerian Agama. KMA ini memberikan panduan yang lebih jelas dan terstruktur bagi para pelaksana tugas kehumasan. "Kehumasan harus menjadi garda depan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan cepat," ujarnya.


Lebih lanjut, Kabiro HDI menekankan pentingnya transformasi digital dalam kehumasan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi pembinaan yang efektif, di mana produk teknologi dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan cermat, bukan justru menjadi hambatan.

Fauzin juga menggarisbawahi bahwa seluruh masyarakat kini telah memiliki perangkat untuk menikmati teknologi, sehingga penting bagi humas untuk beradaptasi dengan perkembangan ini. Ia menekankan bahwa peran humas di masing-masing satuan kerja harus terintegrasi dengan baik, dan penggunaan data harus tetap dalam konteks yang relevan.

Akhmad Fauzin menjelaskan bahwa jaringan (network) data akan berfungsi optimal apabila dukungan jejaring memadai. Oleh karena itu, kolaborasi dalam penyimpanan dan pengelolaan data sangat penting. Ia menggambarkan aplikasi sebagai elemen kunci dalam penyampaian informasi dan menekankan bahwa peran humas tidak hanya sebagai rektoral, tetapi juga sebagai kontribusi aktif dalam mencapai visi dan misi kehumasan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pengelolaan kehumasan yang profesional dan meningkatkan keterampilan peserta dalam menyampaikan informasi kepada publik. (gby)