السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan
Abdurrahman Kepulauan Riau terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan
masyarakat melalui inovasi berbasis kearifan lokal. Salah satu langkah nyatanya
adalah kegiatan pengabdian masyarakat melalui skema bantuan Litapdimas Kemenag
RI Tahun 2024 yang di lakukan oleh Program Studi Manajemen Pendidikan Islam
(MPI) STAIN Kepri bekerja sama dengan SMK Negeri 2 Tanjungpinang yang digelar
selama 2 hari mulai 3 s.d 4 Oktober 2024.
Kegiatan
yang digelar di SMK Negeri 2 Tanjungpinang ini mengangkat tema: ”Manajemen
Edupreneur: Program Transformasi Peningkatan Minat Bakat Wirausaha Berbasis
Kearifan Lokal Melayu.” Menurut Dwi Vita Lestari S., M.Pd selaku ketua tim
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dan Sekretaris Prodi MPI STAIN Kepri,
kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mentransfer pengetahuan kepada siswa
SMK Negeri 2 Tanjungpinang, tetapi juga sebagai sarana transformasi peningkatan
minat dan bakat siswa dalam berwirausaha yang berbasis kearifan lokal melayu.
”Edupreneur
adalah pengusaha dalam bidang pendidikan. Mereka menggabungkan prinsip-prinsip
kewirausahaan dengan tujuan mendidik dan menciptakan nilai melalui inovasi
dalam pendidikan.” Ujarnya.
”Tujuan edupreneurship adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui model bisnis berkelanjutan, inovatif, dan berorientasi pada solusi.” Tambahnya.

Dwi
Vita Lestari S., M.Pd menegaskan, strategi meningkatkan minat wirausaha di
bidang edupreneur bisa dilakukan dengan banyak cara diantaranya; membuat
program wirausaha yang berakar pada budaya dan tradisi setempat, menarik
perhatian siswa dengan konsep yang relevan dengan kehidupan mereka, mengajarkan
keterampilan interpersonal seperti komunikasi, kerjasama, dan kepemimpinan,
memberikan keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan pasar lokal,
melibatkan siswa dalam proyek nyata untuk memahami dinamika wirausaha serta
membangun kemitraan dengan bisnis lokal sebagai peluang praktik.
Disisi
lain, Dr. Drs. Al Mahfuz., M.Si selaku bagian dari tim PKM Prodi MPI STAIN
Kepri yang juga Wakil Ketua 2 STAIN Kepri mengungkapkan bahwa Kearifan lokal
Melayu merupakan aset berharga yang dapat menjadi dasar untuk membangun ekonomi
yang berkelanjutan. Melestarikan nilai-nilai tradisional, seperti gotong
royong, musyawarah muafakat, dan keadilan, dapat mendorong pembangunan ekonomi
yang adil dan berkelanjutan.
Beliau berharap kegiatan tersebut dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap siswa-siswa SMK Negeri 2 Tanjungpinang khususnya terkait kearifan lokal melayu, sehingga budaya melayu akan tetap terjaga dan dilestarikan serta memberikan nilai positif dari sisi edukasi maupun inovasi.

Pada
kesempatan tersebut, Wakil Ketua 2 dan Sekprodi MPI juga mengajak siswa SMK
Negeri 2 Tanjungpinang untuk melanjutkan kuliah di STAIN Kepri, satu-satunya
Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Provinsi Kepulauan Riau. Di samping
itu, beliau juga menegaskan bahwa STAIN Kepri memberikan banyak kesempatan
beasiswa salah satunya adalah KIP Kuliah yang diberikan kepada ratusan
mahasiswa setiap tahunnya.
Kegiatan
ini diawali dengan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau
dan Prodi MPI dengan SMKN2 Tanjungpinang, KADIN Tanjungpinang dan Sanggar
Lembayung. Dimana hal ini diprakarsai oleh Sekretaris Prodi Manajemen
Pendidikan Islam STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. (luluk)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN