السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pra Seminar Antara Pengabdian Litapdimas Tahun Anggaran 2024 di STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau

  • 27 September 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 566
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Pra Seminar Antara Pengabdian Litapdimas Tahun Anggaran 2024, di Ruang Rapat Balai Titah, pada Jum'at 27 September 2024.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Komite Reviewer Pengabdian Aris Bintania, M.Ag, Anggota Komite Reviewer Pengabdian Dr. Muhammad Faisal, M.Ag, Kepala Bagian Administrasi Umum Akademik dan Keuangan Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I, Pejabat Pembuat Komitmen Rika Wahyuni, S.Kom., M.AB, Kepala Satuan Pengawas Internal Sella Kurnia Sari, M.Sc, Tim Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, serta Dosen Pengabdi Tahun 2024. 

Ketua STAIN, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag, menggarisbawahi pentingnya penyerapan anggaran yang sebaiknya sudah mencapai 100%. Ia juga menekankan bahwa penelitian dan pengabdian harus selaras dengan kebijakan pemerintah, khususnya dalam isu kemiskinan, stunting, gizi buruk, dan kesejahteraan ekonomi sebagai bentuk bahwa program penelitian dan pengabdian berjalan sesuai rencana dan berkomitmen pada tujuan pemerintah.

Sementara itu, Kepala Bagian AUAK, Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I, mengingatkan agar semua kegiatan berpatokan pada pedoman yang ada. Ia menyoroti temuan bahwa beberapa kampus tidak menunjukkan kemajuan. Ia menegaskan perlunya penyesuaian standar antara SBK dan SBM.

Wakil Ketua I, Aris Bintania, M.Ag, memberikan masukan tentang pentingnya keseragaman logbook dan penjelasan mengenai capaian serta kendala yang dihadapi selama pengabdian. Ia berharap agar laporan logbook dapat lebih mencerminkan proses yang terjadi.

Bendahara PPK, Rika Wahyuni, S.Kom., M.AB, menekankan bahwa saat ini penyerapan seharusnya mencapai 60% dan menyarankan penambahan ukuran berdasarkan realisasi kinerja, bukan hanya anggaran. Ia juga mengingatkan agar laporan keuangan dikembalikan kepada pengabdi jika terdapat kendala.

Kepala Satuan Pengawas Internal, Sella Kurnia Sari, M.Sc, menekankan perlunya pengadaan alat tulis kantor (ATK) yang habis pakai dan melarang pembelian barang yang dapat menjadi aset.


Terakhir, Abd. Rahman, M.Sos, Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, menyarankan agar para pengabdi lebih sering berkonsultasi dengan PPK dan SPI, mengingat pengabdian ini berbasis pada sistem biaya masukan (SBM) yang memerlukan perhatian lebih dalam hal pelaporan. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi program penelitian dan pengabdian di lingkungan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.(Gby)