السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — STAIN Sultan Abdurrahman mengadakan seminar internasional yang mengangkat tema "Membangun Tamadun Islam melalui Quranisasi" di Ruang Auditorium Razali Jaya Kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau pada Selasa 24 September 2024.
Acara ini dibuka oleh Wakil Ketua I, Aris Bintania, M.Ag, yang memberikan apresiasi kepada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) serta mahasiswa yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Seminar ini menghadirkan narasumber dari Singapura Ust. Muhd Zuhaili, menjembatani wawasan antara dua negara yang berbagi kedekatan budaya dan sejarah.
Aris Bintania, M.Ag dalam sambutannya, menekankan pentingnya tamadun sebagai bagian dari khazanah peradaban Islam dan bagaimana Nabi Muhammad SAW menata kehidupan di kota Madinah. Beliau berharap seminar ini dapat memperluas pengetahuan peserta mengenai karakteristik budaya dan keislaman antara Indonesia dan Singapura.
Dr. Muhammad Faisal, M.Ag, sebagai keynote speaker, menyoroti pentingnya komitmen historis dalam memperkuat konsep keislaman. Ia menggarisbawahi visi STAIN Sultan Abdurrahman dalam konteks unggul, keislaman dan kemelayuan, sebagai bentuk daya saing dalam leadership dan modal penting bagi masa depan Islam, sesuai dengan ungkapan Perdana Menteri Singapura.
selain itu, beliau juga mencatat keragaman budaya di Indonesia, dengan lebih dari 2000 suku bangsa, sehingga perlunya perjuangan untuk menyatukan realitas dalam hal konsep peradaban keislaman.

Dalam seminar internasional yang bertema "Membangun Tamadun Islam melalui Quranisasi," Ust. Muhd Zuhaili menyampaikan beberapa poin penting yang merangkum konsep dan implementasi Quranisasi dalam konteks pembangunan tamadun Islam, beliau mengatakan:
Definisi Quranisasi
Bahwa Quranisasi adalah proses penerapan nilai-nilai dan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Ini mencakup aspek spiritual, sosial, dan kultural yang mendukung pembentukan masyarakat yang berakhlak mulia.
Sejarah dan Relevansi
Beliau mengupas sejarah Quranisasi dalam konteks Islam, mengaitkan dengan peran Nabi Muhammad SAW dalam membangun masyarakat Madinah yang berlandaskan pada ajaran Al-Qur'an. Ini menjadi model bagaimana nilai-nilai Qurani dapat membentuk tamadun yang berkeadaban.
Pendidikan dan Pembangunan Karakter
Ust. Zuhaili menekankan pentingnya pendidikan berbasis Qur'an sebagai fondasi dalam membangun karakter generasi muda. Pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai Qur'an diharapkan mampu melahirkan pemimpin dan masyarakat yang berkualitas.
Interaksi Budaya
Membahas tentang pentingnya interaksi antara budaya Islam dengan budaya lokal, terutama di negara-negara dengan populasi Muslim yang beragam seperti Indonesia dan Singapura. Hal ini diperlukan untuk menciptakan harmoni dan pemahaman yang lebih baik antarumat beragama.
Tantangan dan Peluang
Ust. Zuhaili menyampaikan tantangan yang dihadapi dalam menerapkan Quranisasi, seperti modernisasi dan sekularisasi. Namun, beliau juga menyoroti peluang yang ada, termasuk teknologi dan media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarluaskan nilai-nilai Qur'an.
sehingga kesimpulan dari Ust. Zuhaili mengajak peserta untuk aktif berkontribusi dalam membangun tamadun Islam melalui praktik Quranisasi dalam kehidupan sehari-hari, serta menjalin kerjasama lintas negara untuk memperkuat pemahaman dan penerapan nilai-nilai Qur'an secara global.
Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Maisarotil Husna, M.Ag, menambahkan informasi mengenai profil lulusan program studi, serta sejarah dan kerjasama yang telah dijalin dengan berbagai pondok pesantren dan institusi pendidikan lainnya.





Acara ini dihadiri oleh berbagai tamu undangan, termasuk perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Bintan, Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Rumah Quran Center Tanjungpinang, Yayasan Madanai Ilmi, Nahdlatul Ulama, Institut Agama Islam Miftahul 'Ulum Tanjungpinang, dan Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang. Tamu dari Singapura juga turut hadir, antara lain Ust. Muhd Zuhaili, Shaikh Ibrahim matlat, Zulkifli Anuar, Azizah Ja'far, Ratnawati mhd Yusuf, Samnah, Supi'ah, dan Rukiah.(Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN