السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

FGD Prodi Pendidikan Anak Usia Dini STAIN Sultan Abdurrahman Kepri Bagi Guru PAUD Dalam Menangani Stunting di Kepulauan Riau

  • 18 September 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 845
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai hasil penelitian tentang tingkat pemahaman dan peran guru PAUD dalam penanganan stunting yang berlangsung di ruang Internasional 2 Gedung Perkuliahan Terpadu STAIN Kepri pada Rabu 18 September 2024.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Sekretaris Prodi PIAUD, Mhd. Abror, M.Ag, yang mewakili Ketua Prodi. Dalam sambutannya, Abror mengapresiasi penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti, berharap hasilnya dapat menjadi referensi penting bagi pengembangan prodi dan kajian dalam perkuliahan.

Narasumber dalam acara ini, Aniesaputri Junita, SKM, MPH, yang menjabat sebagai Kasi Kesga & Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, memberikan wawasan penting tentang peran guru PAUD dalam intervensi pencegahan stunting. Ia menyatakan harapannya agar hasil penelitian ini dapat memberikan masukan yang berguna bagi Dinas Kesehatan dan berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman para guru PAUD di wilayah tersebut.

Tim peneliti, yang terdiri dari Mhd. Abror, M.Ag, Dwi Rio Sudarroji, M.Psi, Shidratull Attika, M.Pd dan Faradilla Aisyahfitri, memaparkan hasil penelitian dan meminta tanggapan dari peserta serta narasumber. Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut melibatkan mahasiswa Prodi PIAUD dan perwakilan guru RA serta TK dari Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.


Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian Litapdimas Kemenag RI yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan peran guru PAUD dalam menangani stunting di Kepulauan Riau. Harapan dari kegiatan FGD ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi mahasiswa dan guru PAUD, tetapi juga menjadi masukan berharga bagi pemerintah, baik Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan, dalam upaya penanganan stunting di wilayah tersebut.(Gby)