السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kuliah Umum Drs. H. Hardi Selamat Hood Bahas Bonus Demografi dan Tantangannya dalam Membentuk Generasi Emas Indonesia pada Mahasiswa KIP

  • 09 September 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 938
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Drs. H. Hardi Selamat Hood, M.Si, Ph.D., menyampaikan kuliah umum berjudul "Bonus Demografi Membentuk Generasi Emas Indonesia" yang diselenggarakan di Auditorium Razali Jaya Lt. 2 Gedung Rektorat Kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, pada Senin 09 September 2024. 

Dalam pemaparannya, Dr. Hardi menguraikan keuntungan, indikator, serta tantangan bonus demografi bagi Indonesia, serta memberikan wawasan mengenai kurikulum yang relevan untuk menghadapi era tersebut.

Dr. Hardi menjelaskan keuntungan dari bonus demografi yang dapat diraih oleh Indonesia. Salah satu keuntungan utama adalah peningkatan kualitas penduduk, yang berdampak positif pada tersedianya lapangan kerja baru. Ia menekankan pentingnya peningkatan program keluarga berencana (KB) serta tabungan keluarga sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, dorongan bagi wanita untuk berpartisipasi lebih aktif dalam dunia kerja juga menjadi kunci untuk memanfaatkan bonus demografi secara maksimal.

Dalam paparan selanjutnya, Dr. Hardi menjelaskan indikator bonus demografi, di antaranya adalah jumlah penduduk usia produktif yang lebih besar dibandingkan usia non-produktif. Hal ini mengakibatkan beban hidup menjadi lebih ringan karena usia produktif dapat menanggung kebutuhan usia non-produktif. Indikator ini menyoroti potensi besar yang dapat dimanfaatkan oleh negara.

Namun, Dr. Hardi juga mengingatkan bahwa terdapat ancaman signifikan yang perlu diwaspadai. Ancaman tersebut akan muncul jika masyarakat mengabaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang meliputi kesehatan, pendidikan, dan ekonomi. Menurutnya, tanpa perhatian serius terhadap aspek-aspek ini, bonus demografi dapat berubah menjadi beban.

Lebih lanjut, Dr. Hardi membahas tentang pentingnya kurikulum yang disarankan oleh Dryden & Vos, yang mencakup pengembangan citra diri, pelatihan keterampilan hidup, serta cara belajar dan berpikir yang efektif. Kurikulum ini juga menekankan pengembangan kemampuan akademik, fisik, dan artistik yang spesifik sebagai persiapan untuk generasi masa depan.

Dr. Hardi juga memperkenalkan konsep generasi masa depan yang perlu memiliki nilai-nilai dan pemikiran kosmopolitan. Empat aspek penting dalam hal ini adalah: CONCEPT (memiliki konsep yang berwawasan kebangsaan), COMPETENCE (kemampuan untuk mengembangkan organisasi atau lembaga), CONNECTION (kemampuan dalam menciptakan jejaring kerja internal dan eksternal), dan CONFIDENCE (kemauan kuat untuk mengembangkan organisasi atau lembaga).


Dengan pemaparan yang komprehensif ini, Dr. Hardi Selamat Hood memberikan panduan penting bagi semua pihak dalam mempersiapkan Indonesia menghadapi bonus demografi dan membentuk generasi emas yang tangguh dan berdaya saing global.(Gby/Nrfzh)