السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau mengadakan rapat mengenai Beban Akademik Dosen (BAD) untuk semester ganjil tahun ajaran 2024/2025. Rapat tersebut berlangsung di ruang rapat Gedung SBSN Perkuliahan Terpadu, Kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, pada Selasa 27 Agustus 2024.
Rapat dibuka dengan sambutan dari Ketua STAIN SAR KEPRI, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag. Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag menekankan pentingnya ruang laboratorium yang ada di Gedung Keagamaan Terpadu sebagai sarana vital dalam kegiatan belajar mengajar.
Ia menjelaskan bahwa laboratorium ini dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan akademik dan penelitian yang akan memperkuat proses pembelajaran di kampus.

Selain itu, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag memastikan bahwa dosen luar biasa yang berasal dari pihak luar juga akan mendapatkan perhatian khusus. Hal ini penting untuk memperkuat kolaborasi antara STAIN KEPRI dan berbagai lembaga eksternal.
Beliau juga menggarisbawahi bahwa keberadaan dosen luar biasa harus dikaji secara seksama, memastikan bahwa mereka dapat berkontribusi secara efektif dalam proses pendidikan dan sesuai dengan kebutuhan akademik di STAIN KEPRI.
Zulhamdan, M.Pd menjelaskan bahwa kegiatan perkuliahan, termasuk mata kuliah yang berkaitan dengan Pusat Studi Melayu dan moderasi beragama, akan diselaraskan berdasarkan rekomendasi dari Ketua Rumah Moderasi Beragama dan Ketua Unit Studi Melayu. Penyesuaian ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua program studi dan mata kuliah yang ditawarkan sesuai dengan pedoman dan kebutuhan yang telah ditetapkan oleh kedua unit tersebut.
Aris Bintania menekankan kembali pentingnya pemetaan ruang kelas yang akan digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Ia menyebutkan bahwa selain menentukan mata kuliah dan beban mengajar dosen, perlu adanya evaluasi menyeluruh mengenai jenis ruang kelas yang akan digunakan, apakah itu ruang kelas yang memadai, laboratorium, atau ruang khusus lainnya.
Lebih lanjut, Aris Bintania menjelaskan perlunya menentukan sistem pembelajaran yang akan diterapkan, yaitu perkuliahan yang dilakukan secara online, offline, atau blended. Pemetaan ini penting untuk memastikan bahwa semua aspek perkuliahan dapat berjalan dengan lancar dan memenuhi kebutuhan mahasiswa serta standar akademik yang ditetapkan.




Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN