السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Johor, Malaysia, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – STAIN Sultan Abdurrahman Kepri melakukan kunjungan silaturahim ke madrasah tahfizul Qur'an di Johor Malaysia, yang berlangsung pada 31 Juli 2024.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Naib Mudir Madrasah, Ustaz Mahfuz bin Burhan, beserta beberapa pengurus madrasah seperti Ustaz Selamat dan Ustaz Anuar.
Delegasi STAIN Sultan Abdurrahman Kepri dipimpin oleh Ketua STAIN Dr. Muhammad Faisal, M.Ag, Wakil Ketua I Aris Bintania, M.Ag., Wakil Ketua II Dr. Drs. Almahfuz, M.Si., serta Wakil Ketua III H. Rahmad Budi Harto, SE, M.M.
Ustaz Mahfuz bin Burhan, selaku Pengarah Madrasah, menyambut hangat kunjungan ini dan mengungkapkan harapan agar pihak madrasah dapat melakukan kunjungan balasan ke STAIN Sultan Abdurrahman Kepri.
Dalam pertemuan tersebut, Ustaz Mahfuz menjelaskan bahwa madrasah ini telah berdiri selama 24 tahun dan saat ini memiliki 1.500 santri, dengan 500 di antaranya berasal dari Indonesia. Santri yang belajar di madrasah ini terdiri dari tingkat formal sekolah rendah (setingkat MI dan MTs) serta sekolah menengah (setingkat MA), dengan fokus pada program tahfizul Qur'an dan paham Ahlussunah Wal Jamaah.
Ustaz Mahfuz juga menyebutkan bahwa banyak orang tua santri yang bertanya tentang kelanjutan pendidikan agama, khususnya dalam bidang tafsir, hadits, dan syariah, mengingat banyak di antara mereka berasal dari kalangan menengah ke bawah.
Dengan demikian, kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang bagi para santri untuk melanjutkan pendidikan mereka di STAIN Sultan Abdurrahman Kepri.
Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri dalam sambutannya menyatakan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk melihat langsung proses pembelajaran keagamaan di madrasah yang memiliki kesamaan dengan pembelajaran di madrasah di Indonesia.
STAIN Kepri juga menawarkan beasiswa penuh bagi alumni madrasah tahfizul Qur'an yang ingin melanjutkan studi di STAIN. Selain itu, STAIN memiliki program studi yang relevan untuk meningkatkan kemampuan tahfizul Qur'an dan pengembangan pembelajaran dengan kemampuan baca kitab kuning atau kitab turats.
Ketua STAIN juga menegaskan kesiapan untuk menjalin kerja sama melalui Letter of Intent (LOI) atau Memorandum of Understanding (MOU) serta menjadikan madrasah sebagai laboratorium bagi dosen dan mahasiswa STAIN dalam program KKN, PPL, dan kegiatan lainnya.
Lebih lanjut, Ketua STAIN Kepri mengundang pengurus madrasah tahfizul Qur'an untuk mengunjungi STAIN dan melihat langsung proses pembelajaran yang ada.


Turut hadir dalam sosialisasi ini Aji Santoso, mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, yang orang tuanya tinggal di Johor, Malaysia. Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kedua institusi serta meningkatkan kerjasama dalam pengembangan pendidikan agama Islam.(Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN