السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Review Kurikulum Berbasis OBE dan MBKM Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAIN Kepri Bersama Singgih Puswardono, M.A., Ph.D dari Ketua Program Studi PBA UNNES

  • 30 Juli 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 666
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Kegiatan Review Kurikulum Berbasis OBE dan MBKM Program Studi Pendidikan Bahasa Arab STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau berlangsung secara online dengan menghadirkan Singgih Puswardono, M.A., Ph.D, sebagai narasumber dari Ketua Program Studi PBA UNNES selain itu Koordinasi Kurikulum Perkumpulan Prodi Pendidikan Bahasa Arab Se-Indonesia.

Acara ini diselenggarakan di ruang Balai Titah, Kampus STAIN Sultan Abdurrahman, Kepulauan Riau pada Selasa, 30 Juli 2024,

Sri Zulfida, M.A., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, dengan sambutan yang menggarisbawahi urgensi kegiatan tersebut. Menurut Sri Zulfida, kurikulum saat ini mengalami kelebihan beban SKS, dengan total SKS mencapai 146, melebihi batas maksimal 144 SKS untuk program studi S1, termasuk mata kuliah pilihan yang mencapai 150 SKS.

Kondisi ini memerlukan penyesuaian agar kurikulum dapat lebih efektif dan sesuai dengan standar OBE (Outcome-Based Education) dan MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka).

Dr. M. Taufiq, M.S.I., dalam sambutannya, mengungkapkan beberapa rencana terkait program MBKM di Prodi PBA.

Ia menyarankan agar 20 SKS dialokasikan pada semester 4 untuk program MBKM, sebagai langkah awal dalam mengimplementasikan kurikulum yang lebih terstruktur.

Taufiq menekankan pentingnya menentukan visi keilmuan Prodi PBA dalam penyusunan program MBKM semester 4 dan berharap agar semester 1 dan 2 dibatasi pada maksimal 20 SKS. Dengan demikian, total SKS yang diramu selama 3 semester untuk program MBKM akan tetap terjaga.

Hadir dalam kegiatan ini beberapa stakeholder penting, antara lain Annisa Musyarofah, M.Pd, Founder Al Fajr Arabic Learning Center; Eko Iskarisma, S.Pd, Pengasuh Pondok Pesantren Adzkiya Kepri; dan Raja Rahmawati dari Kantor Bahasa Kepri.

Acara ini diharapkan dapat menghasilkan kurikulum yang lebih efisien dan sesuai dengan standar OBE dan MBKM, dengan penyesuaian SKS yang lebih proporsional di setiap semester.(Gby/Syahadan)