السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Program Studi Tadris Bahasa Inggris STAIN mengadakan kegiatan Review Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui Focus Group Discussion (FGD). Acara ini berlangsung selama dua hari, mulai dari 25 hingga 26 Juli 2024, dengan menghadirkan narasumber, Ummi Kultsum, M.Pd., Ph.D (Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) di Ruang Rapat Dosen Gedung SBSN Perkuliahan Terpadu Kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memperbarui kurikulum dengan fokus pada pencapaian hasil belajar yang spesifik dan penerapan prinsip MBKM. Diskusi ini melibatkan dosen, tenaga kependidikan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan bahwa kurikulum yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan institusi.
Dalam sambutannya, Wakil Ketua II STAIN Dr. Drs., Almahfuz, M.Si menekankan pentingnya pelaksanaan review kurikulum berbasis OBE. Hal ini diharapkan dapat terwujud pada semester mendatang untuk memastikan setiap mata kuliah sesuai dengan hasil belajar yang diinginkan. Ia menambahkan bahwa meskipun ada penanggung jawab untuk kegiatan ini, semua pihak tetap bertanggung jawab dalam memastikan outcome dari kurikulum tersebut terlaksana dengan baik.
Kepala Pusat Penjaminan Mutu (P2M) STAIN Kepri, Dr. M. Taufiq, M.S.I, menyatakan bahwa sudah saatnya institusi memperbarui kurikulum secara menyeluruh.
Menurutnya, saat ini TBI perlu membentuk visi keilmuan yang lebih jelas, berbeda dari hanya memiliki visi lembaga semata.
Dr. Taufiq menjelaskan bahwa sebelumnya, TBI diharapkan untuk unggul. Namun, ke depan, program studi ini harus memiliki visi keilmuan yang terintegrasi dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE).
Dalam konteks ini, setiap mata kuliah diharapkan memiliki hasil belajar (outcome) yang spesifik. Sebagai contoh, diharapkan ada proyek khusus untuk Tanjungpinang dan Bintan yang berhubungan dengan industri pariwisata, yang dapat diintegrasikan dalam kurikulum dengan memanfaatkan 144 SKS yang ada.
Ia juga mencatat pentingnya model Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diterapkan pada semester 4, 5, dan 6. Pada semester 4, mahasiswa akan menjalani kegiatan MBKM antar program studi sebanyak 20 SKS, pada semester 5 antar perguruan tinggi, dan pada semester 6 mahasiswa akan mengikuti berbagai program MBKM sesuai aturan yang berlaku.

Ketua Program Studi Tadris Bahasa Inggris, Taqiyuddin, M.Pd, berharap dengan terlaksananya review kurikulum, program studi ini dapat menerapkan kurikulum baru yang bermanfaat bagi mahasiswa. Ia optimis bahwa pembaharuan kurikulum ini akan berdampak positif terhadap perkembangan kampus dan memajukan kualitas pendidikan di STAIN.(Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN