السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Anisa Ulfa Mahasiswa Beprestasi Ciptakan E-Modul Pendidikan Agama Islam  Terintegrasi Moderasi Beragama

  • 24 Juli 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 1011
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Anissa Ulfa yang akrab disapa Ulfa adalah kelahiran Tanjungpinang pada 17 Oktober 2002.  Anisa Ulfa mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam baru saja menyelesaikan studinya, dan meraih ipk 3,90 dengan judul skripsi  PENGEMBANGAN E-MODUL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERINTEGRASI MODERASI BERAGAMA PADA KELAS XI DI SMA NEGERI 5 TANJUNGPINANG dibawah bimbingan Ibu Mahfuzah Saniah, M.Hum dan bapak Zulfan Effendi, M.Pd.I

Berangkat dari sebuah kesadaran bahwa Indonesia adalah Negara yang penduduknya majemuk dalam suku, adat, budaya, dan agama. Keberagaman budaya, bahasa dan agama di Indonesia adalah keniscayaan dan anugerah Tuhan yang Maha Kuasa.  

Keberagaman yang ada telah menjadi simbol persatuan yang dikemas dalam Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang beragama, dimana kehidupan beragama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa Indonesia. Akan tetapi untuk menjaga keberagaman dan keberagamaan tidak mudah. Sering sekali terjadi konflik internal inter dan antar umat beragama. Hal itu terjadi karena minimnya rasa toleransi antar umat beragama. 

Padahal menghargai agama lain adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh rakyat Indonesia, untuk menjaga agar bangsa Indonesia tetap utuh dan harmonis. Tegas, Ulfa.

Kedepan, Indonesia akan didominasi oleh 3 entitas. Diantaranya; masyarakat urban, middle-class, dan generasi millennial dan Z. Oleh karenanya, pemimpin Indonesia ke depan harus memahami karakter 3 entitas ini. Khususnya gen Z yang menjadi mayoritas populasi di Indonesia. Pendidikan karakter yang ditempuh gen Z saat ini, sangat mempengaruhi bagaimana pembentukan karakter mereka dimasa yang akan datang. Karena mereka merupakan agen perubahan. 

Jadi, amat menjadi penting penguatan moderasi beragama ditanamkan bagi mereka. Nah, inilah yang menjadi latarbelakang Ulfa menciptakan e-modul Pendidikan Agama Islam Terintegrasi Moderasi Beragama sekaligus yang menjadi output penelitian akhir dalam meraih gelar sarjana.

Ulfa berkerja keras untuk melakukan koordinasi dengan guru SMA agama Islam diTanjungpinang. Agar dapat mengetahui buku pegangan/saku PAI di SMA Tanjungpinang. Setelah mendapatkan materi-materinya, Ulfa mencoba untuk menintegrasikannya ke dalam e-modulnya. 

Harapannya, e-modul ini dapat menjadi referensi para guru PAI di Tanjungpinang dalam mengajarkan PAI berbasis moderasi beragama. Selama pengerjaan e-modul ini, Ulfa senantiasa meminta arahan dan tunjuk ajar kepada Kepala Rumah Moderasi Beragama,  Ibu Zulfa Hudiyani, M.A tentang konsep Moderasi Beragama, penerapan, serta contoh pada tiap-tiap materi pembelajaran agama Islam yang menjadi buku saku siswa SMA Tanjungpinang.

E-Modul ini sangat relevan dan bisa menjadi sumber rujukan otoritatif oleh para guru PAI tingkat SMA sederajat. Sebagai bahan kajian dan kreatifitas. Karena e-modul ini memuat meliputi peningkatan pemahaman konsep pengetahuan Moderasi Beragama, pengembangan keterampilan praktis yang relevan, dan penerapan dalam kondisi nyata, pemilihan konten yang relevan dan terkini, pengembangan desain yang menarik dan interaktif, serta penyesuaian dengan kebutuhan siswa agama Islam. Meskipun demikian, e-modul ini butuh kritik dan saran yang membangun. Tutur, Zulfa.(Gby)