السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ketua STAIN Bersama Direktur PTKI dan Beberapa Pimpinan PTKIN  Hadiri Acara Pelepasan Mahasiswa KKN Melayu Serumpun di IAIN Langsa

  • 20 Juli 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 461
Berita Utama

Langsa, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - Acara pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Serumpun Melayu di Institut Agama Islam Negeri Langsa menjadi momentum kolaborasi lintas budaya melalui program pengabdian kepada masyarakat. Acara ini dihadiri oleh Ketua STAIN, Direktur Perguruan Tinggi Islam Negeri (PTKIN), serta sejumlah pimpinan perguruan tinggi se-Sumatera, pada Sabtu 20 Juli 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pendidikan Tinggi Agama Islam, Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag, menyoroti pentingnya kolaborasi dan pemahaman budaya. 

"Kami tidak hadir untuk menggurui masyarakat, karena mereka sudah memiliki pengetahuan tentang cara hidup mereka. Kami hadir untuk berkolaborasi, membantu mereka dalam pengembangan desa," ungkap Prof. Ahmad Zainul.

Direktur PTKIN menambahkan, "Ini adalah kesempatan bagi kita untuk bertemu dan memahami budaya, tipologi, serta karakteristik masyarakat di tempat pelaksanaan KKN Melayu Serumpun. Adaptasi dan pemahaman terhadap karakter daerah sangat penting dalam proses ini."

Ketua STAIN, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag, menyampaikan harapannya dalam acara pelepasan mahasiswa KKN Serumpun Melayu di IAIN Langsa. Beliau mengungkapkan aspirasi untuk melihat mahasiswa tidak hanya sebagai agen perubahan, tetapi juga sebagai mitra dalam pembangunan masyarakat setempat. 

"Saya berharap mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kolaborasi yang baik dengan mereka," ujar Dr. Muhammad Faisal, M.Ag.

Beliau mengungkapkan aspirasi kepada Sonia sebagai utusan dari STAIN Kepri yang menjadi satu-satunya peserta dari Kepulauan Riau dengan harapan mampu menjadi duta yang baik bagi daerahnya, khususnya wilayah Kepulauan Riau untuk menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat Aceh, serta membawa pulang pengalaman berharga dalam memperkaya wawasan dan keterampilan mereka. 

"Saya berharap mereka dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya pembangunan desa dan memperkuat hubungan antardaerah dalam semangat persatuan dan kesatuan Melayu Serumpun," ujar tambah Ketua STAIN Kepulauan Riau.

Acara pelepasan ini juga menjadi ajang untuk memperkuat jaringan antarperguruan tinggi dalam mendukung pengembangan masyarakat lokal melalui program KKN yang berkesinambungan.(Gby)