السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

68 Mahasiswa Prodi Manejemen Bisnis Syariah Dibina dalam Moderasi Beragama

  • 27 April 2024
  • Oleh: Gybria Putri Anggillya
  • 1325
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Organisasi Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah menggelar Latihan Kepemimpinan dengan mengangkat tema “Membentuk Mahasiswa MBS Menjadi Pemimpin yang Berkepribadian Tegas, Cerdas, dan Religius". 

Pelatihan ini dilaksanakan pada, Sabtu 27 April 2024 di Ruang Laboratorium Perbankan Gedung SBSN Perkuliahan Terpadu STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau.

Pelatihan Dasar Kepemimpinan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan dalam mengelola sebuah organisasi, terutama di lingkungan mahasiswa yang beragam secara agama.




"mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menjadi pemimpin yang lebih efektif dan inklusif dalam memimpin organisasi mahasiswa, serta mampu memperluas wawasan mereka tentang keberagaman agama," ujar Ary.

Pelatihan ini bertujuan untuk membantu peserta menjadi pemimpin yang baik dengan kemampuan memahami, menghargai, dan mengelola perbedaan agama dengan bijaksana, tambahnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kepala Rumah Moderasi Beragama STAIN Kepri, Zulfa Hudiyani, MA. 

Pada kesempatan ini, Zulfa menyampaikan materi tentang pretest & posted that, Udar Asumsi dan Bangun Perspektif, Konsep Moderasi Beragama Kemenag RI, dan Bedah Kata Kunci Moderasi Beragama.

Materi Udar Asumsi dan Bangun Perspektif adalah ilmu alat yang harus dimiliki sebelum memasuki materi-materi sebelumnya dalam penguatan moderasi beragama. 

Materi ini membekali mahasiswa untuk membongkar kekeliruan dalam bernalar karena asumsi awal dianggap sebagai kebenaran faktual. Pokok bahasan; Peta bukanlah wilayah ( The Map is not The Territory, Tangga Kesimpulan ( Ladder of Inference), Bias Kognitif, Tiga Suara Tiga Keterbukaan ( Three Voices, Three Openness). 

Zulfa juga menjelaskan urgensi Moderasi Beragama melihat dinamika kehidupan keberagamaan di Indonesia saat ini seperti; fenomena eksklusivisme beragama, intoleransi, dan ektremisme kekerasan keagamaan, serta merebaknya narasi keagamaan yang menghadap-hadapkan antara kesetian terhadap agama dan kesetiaan terhadap negara.

"Acara ini sangat baik. Ia bersyukur serta berbangga karna baru pertama kalinya ormawa memiliki kesadaran khusus untuk mau mengambil pelatihan MB". ucap Zulfa.
 
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada para peserta, HIMA MBS yang telah mengundang dirinya, dan terkhusus kepada Waka 3, bidang kemahasiswaan yang telah menjadi penghubung kegiatan ini. Hingga program prioritas kemenag RI, perjanjian kinerja Ketua STAIN Kepri dapat terealisasi dengan baik, tambahnya. (Gby)